The Last All-Knowing Man Collected Trillions of Stuff from Day One ID
Langit berubah merah pekat saat retakan dimensi membelah angkasa, memuntahkan gelombang monster yang melumat peradaban dalam hitungan jam. Di tengah kepanikan massal, sebuah sistem misterius muncul, memberikan kemampuan awakening kepada segelintir orang yang terpilih untuk bertarung. Kota-kota besar berubah menjadi zona perang penuh darah, di mana hukum rimba kembali berkuasa dan nyawa manusia tidak lebih berharga daripada sepotong roti. Di balik kekacauan ini, kiamat bukan sekadar bencana, melainkan awal dari permainan besar yang hanya bisa dimenangkan oleh mereka yang memiliki persiapan matang sejak detik pertama.
Sang "Pria Serba Tahu" berdiri tegak di tengah reruntuhan, membawa rahasia yang tidak dimiliki oleh hunter mana pun di bumi. Dengan ingatan dari garis waktu yang telah hancur, dia mulai mengumpulkan triliunan item dan sumber daya langka menggunakan pengetahuan masa depannya sebelum portal pertama benar-benar stabil. Saat faksi-faksi besar mulai berebut wilayah, dia sudah menguasai gudang artefak yang mampu menjungkirbalikkan tatanan dunia. Namun, dengan segala harta dan informasi di tangannya, apakah dia akan menjadi penyelamat umat manusia yang tersisa atau justru menjadi penguasa tunggal yang paling ditakuti?
Also known as: Apocalypse: The Last All-Knowing Man Who Hoarded Trillions of Supplies at the Start, The Last Omniscient Man Hoarded Trillions of Supplies at the Beginning.